POLITISI PEREMPUAN PEMBELA ‘ORANG-ORANG LUKA’ ITU BERNAMA IRA MEURAKSA

Iklan Semua Halaman


Header Menu

POLITISI PEREMPUAN PEMBELA ‘ORANG-ORANG LUKA’ ITU BERNAMA IRA MEURAKSA

Redaksi
Kamis, 20 Agustus 2020

 

Irawati Meuraksa anggota DPRD Kota Padang dari PAN ( kiri--baju putih berkacamata) dan Pinto Janir (berkacamata hitam) pada sebuah percakapan  sore di pantai  Teluk Sirih Bungus bersama beberapa orang anak muda kota. 



Catatan : Pinto Janir 


Ira Meuraksa, ia paling gelisah bila melihat ketakadilan itu hinggap di ruang mata dan sudut rasa. Ia paling tak bisa menyaksikan orang lain berbuat zalim, terhadap orang lain; apalagi terhadap dirinya. Bagi kawan-kawan masa kecil, Ira dikenal sebagai seorang “pembela”. Kalau kawannya ‘dilukai’ orang, Ira yang yang menghadang ke depan. Kesetiaan Ira berkawan itu, tinggi. Begitu kata kawan-kawan masa kecilnya. 


Manisnya Ira bagai   sepotong puisi penyair romantik. Lembutnya Ira dapat dirasa dari tutur bahasanya yang santun. Asal ia tak ‘dilukai’ ia tetap bagaikan sepotong puisi nan indah jelita. Namun, bila ia disakiti; amuknya bisa sehebat singa!


Ia diniscayai dalam amanah sebagai seorang wakil rakyat di Kota Padang tercinta. Kini, ia tak hanya sebagai pembela bagi kawan-kawannya, namun ia adalah ‘pembela’ bagi warga yang telah memercayai suaranya untuk Ira. 


“ Bila Ira melukai atau mengkhianati  suara yang telah mengamanahkan Ira sebagai wakilnya di gedung rakyat ini, itu sama artinya Ira telah menzalimi diri sendiri. Ira ada di sini, karena suara dunsanak kita semua. Tanpa dukungan mereka, manalah mungkin Ira akan berada di kursi ini. Ira ada untuk mereka. Untuk membela mereka.Untuk menyampaikan aspirasi mereka. Untuk menciptakan jalan kebajikan di ruang kebahagiaan untuk mereka. Bagi Ira, rakyat pendukung adalah matahari, perjuangan kita adalah bulan atau harapan bagi jalan hidupnya”, kata Ira suatu kali pada saya dalam sebuah percakapan di suatu sore sepanjang jalan antara Andalas dan Bungus yang indah. 


Lalu apa harapan dan pergerakan Ira untuk kota yang kucinta ini? 


“ Harapan Ira, kota ini berkembang bak sekembang bunga di taman nirwana. Berkembang pendidikannya, maju perekonomiannya. Berkembang semangatnya, maju kebersamaannya. Berkembang nilai-nilai spiritualnya, makin mantap dan kuat ketaqwaan warganya. Berkembang pariwisatanya, maju sejahtera warganya”, ujar Ira yang sejak remaja suka pada dunia sastra, terutama sastra puisi. 


Pada masa-masa pandemi corona melanda dunia , termasuk kota yang sangat kita cintai ini, gerakan apa yang dilaksanakan Ira? Apakah bagi-bagi masker atau sembako? 


Sejak dari dulu hingga kini, Ira adalah sosok yang gemar berbagi. Ira dikenal sebagai seorang dermawan yang suka membantu orang yang sedang dilanda kesusahan. Ira, bukan tipikal yang pelit, kawan!


Bagi-bagi masker, atau bagi-bagi sembako, tak usah terlalu kita dramatisir benar. Ssst...itu sudah dilakukan Ira. 


Lalu apalagi? 


Ia turun ke lapangan. Lalu mengedukasi masyarakat tentang virus corona. Lalu, memotivasi masyarakat supaya jangan pernah ‘patah’ dan putus asa karena corona. “Jangan sampai Corona meluluhlantakkan harapan hidup kita. Hidup tak boleh berakhir karena pandemi. Tetap bergerak dan tetap patuh pada protokol kesehatan”, ujar Ira di Pantai Teluk Sirih yang landai.


Ia bina beberapa orang warga untuk tetap bersemangat berusaha. Ia bangun komunikasi untuk tetap ada di samping masyarakat pendukungnya. “ Jangan hanya ke dekat-dekat pemilu saja kita mendekati mereka, begitu suara mereka menghantarkan kita ke ruang kehormatan ini, kita menjauh dari mereka. Ah, itu luka !” ujar Ira dalam narasi berdiksi hati. 


Janji Ira, berjuang untuk kebahagiaan rakyat kota tercinta dengan menyuarakan dan teguh berjuang tentang apa yang menjadi aspirasi bagi mereka. 


Sejak dulu hingga kini, Ira benar-benar mau menghabis-habiskan waktunya untuk mengurus urusan orang lain yang tertindas. Kesetiaan sosial yang membuat Ira berintegritas. Barangkali, inilah yang membuat suara Ira mekar di tengah kota. 


Satu lagi program jalan pikiran Ira adalah gerakan literasi dan mengembangkan dunia seni dan sastra. Ia ingin memiliki pustaka rakyat dalam gerakan gemar membaca rajin menulis dan berlaksana. Ia ingin mengembangkan seni tradisi  atas nama sanggar rakyat kota. Untuk itu, ia telah menempatkan sebuah ruang diskusi tempat dialog anak-anak muda kita dalam mengembangkan kreativitas untuk nagari. 


Sebelum percakapan kita hentikan, Ira menulis puisi untuk kota Padang nan di hati dalam peringatan ulang tahun kota ini. 


Ini puisi Ira, bacalah...!


PADANG KOTAKU SAYANG

Padang kusayang, ini hari kupuisikan dirimu

Kupertik gitar ini, kunyanyikan lagu termedu

liriknya kususun dari betapa cantiknya alammu

seindah pantai, seanggun gunung Padang

semolek gunung pangilun; akan kualunkan 

lagu berdendang, rebab atau bansi 

Yang menghimbau-himbau pulang kemari

Dalam rindu tak bertepi 

Padangku; mari kita wujudkan mimpi-mimpi

Membawa perubahan kebaikan untuk nagari

Tersenyumlah duhai Padang

Hatiku selalu ada untukmu sayang...

Selamat ulang tahun kotaku Padang


PADANG 7 Agustus 2020 

IRAWATI MEURAKSA