CUCU TUANKU NAN RENCEH DAN H ABDUL MANAN ITU TELAH DATANG UNTUK AGAM !

Iklan Semua Halaman


Header Menu

CUCU TUANKU NAN RENCEH DAN H ABDUL MANAN ITU TELAH DATANG UNTUK AGAM !

Redaksi
Sabtu, 15 Agustus 2020

 

H.M Kasni sang cucu Tuanku Nan Renceh (kiri), H Yon (tengah) dan Pinto Janir (kanan)

Catatan: Pinto Janir 


Saya lama mengenalnya. Ia sosok patriot yang dekat dengan banyak orang. Ia benar-benar santiang bakawan. Lamak diajak bercakap-cakap; terutama soal jalan pikiran untuk membangun nagari. Spirit keminangkabauannya kental. Ia paling gamang bila sekiranya adat dan budaya serta tradisi di Minangkabau ini lenyap. Baginya, adat adalah identitas kita sebagai orang  Minangkabau.


Ia ingin benar menghidupkan kembali semangat ‘berminangkabau’ dalam spirit  saciok bak ayam sadanciang bak basi, dek basamo mangko manjadi. Ia gelisah dan risau bilamana peran ninik mamak di tengah kehidupan kita menjadi tergerus karena putaran waktu dilindas zaman. 


Ia dan kesepakatan hidupnya adalah ia yang ingin bergerak dengan segala jiwa dan raga untuk kemanfataan dan kebahagiaan bagi orang banyak. 


Ia adalah H M Kasni. Seorang Perwira menengah TNI. Ia putra Tilatang Kamang lamo ( Kamang Mudik, Kamang Hilir, Magek, Tilatang Kamang, Gaduik, Kapau dan Palupuah). Seorang Kasni adalah simbol kebangkitan rang Tilatang Kamang Lamo  untuk kejayaan Minangkabau dan menjadi kebanggaan bagi Agam.  


Inilah saatnya putra Tilatang Kamang mencatatkan riwayat gemilang untuk Agam madani. Ketika cucu Tuanku Nan  Renceh dan Haji Abdul Manan  itu ‘datang’ keharibaan Agam berlangit terang, tak ada pilihan lain, mari kita bentangkan karpet sirah  untuk menyambut  kedatangan  H M Kasni. Harapan kita bersama , semoga  salah seorang cucu dari Tuanku Nan Renceh dan Haji Abdul manan ini akan  mengukir riwayat indah di atas sejarah pembangunan kabupaten Agam. 


Mengapa ia terpanggil menjadi bupati dan rela melepas karir kemiliterannya? Setidaknya, dalam usia terkini, ia berpotensi untuk menjadi seorang jenderal. Ia cerdas. Ia pintar. Ia memiliki konsep yang jelas dan terang di ruang perekenomian rakyat, di ruang pendidikan, di ruang agama, di ruang kebudayaan, di ruang perdagangan, di ruang pasar tradisional, di ruang pertanian, di ruang sosial dan di ruang kepariwisataan kita.


 Ia piawai dalam memimpin. Tanyalah, apa yang tak dimiliki Kasni sebagai syarat menjadi Jenderal? Hampir semua terpenuhi. Namun ia tak memilih menjadi jenderal, ia lebih memilih ikut bersama-sama dengan masyarakat untuk membangun Agam tacinto.  


Rasa kemanunggalannya dengan rakyat sangat kental. Di mana ada masyarakat berkegiatan sosial, pastilah di sana ada Kasni. Pantas, patut dan wajar bila ninik mamak sangat menyayangnya. 


“ Pribadinya sangat berkesan di hati kami para ninik mamak. Ia penyayang. Dia persis seperti tentara rakyat. Tentara untuk rakyat. Tentara yang tak ingin melihat rakyatnya susah dan luka. Itulah Kasni. Rasa sosialnya besar. Dia dekat dengan banyak kalangan. Di Tilatang Kamang lamo, nyaris semua orang mengenalnya. Ia dekat dengan para bundo kanduang. Tak ada kesombongan di hatinya. Ia pribadi yang sangat rendah hati”, kata H Yontrialitis, pemuka masyarakat Agam yang panungkek Datuk Tan Marajo suku Jambak nan baindu. 

  

Nanti, saya akan kembangkan jalan pikiran seorang Kasni. Kita akan urai satu persatu apa jalan pikirannya untuk  membangun Agam lebih cepat dan tepat!