Riza Falepi Yang Inspiratif

Iklan Semua Halaman


Header Menu

Riza Falepi Yang Inspiratif

Redaksi
Sabtu, 07 Desember 2019

DAPINDO.COM ■ Dalam sebuah kunjungan silaturrahimnya dengan Walikota Payakumbuh, Minggu (20/10/2019) siang Seniman dan budayawan Sumbar Pinto Janir kepada media sampaikan rasa dan pengalamannya saat berbincang masalah budaya dan pertumbuhan Payakumbuh sebagai salah satu kota kecil di Indonesia yang kaya prestasi dan sibuk membangun di segala lini.

Pinto pun bercerita, pada Minggu siang dirinya berduskusi tentang seni dan budaya, tentang berkesenian dan kebudayaan dengan Walikota Payakumbuh. Pinto menyempatkan diri mengenal Ia (Riza Falepi) sebagai seorang sosok yang berdialektika asik dan santun. Sosok nan selalu masak (paham) di kato nan empat.

"Kepada nan kecil ia sayangi, ke sesama gadang saling hormati, dan ia santun ke nan lebih tua. Kata kiasnya, cerdas dalam simbol kearifan. Ia disayang banyak orang. Bersahaja. Murah senyum. Dan ramah menyapa. Pikirannya berkanvas indah di atas Kota Payakumbuh yang terpancang diberbagai sudut ruang pembangunan yang gemilang,"tulis Pinto.

Dikatakan Pinto, Ia bawa kota ini ke tingkat hidup yang lebih baik di ruang kesejahteraan rakyat.

"Itu terbukti dengan tinggi Pertumbuhan Ekonomi kota ini. Yakni, 6,8 %, di atas rata rata PE propinsi dan Nasional. Kota ini sedang membangun " kota terencana" di lahan seluas 30 hektar. Kota baru itu, ia rencanakan bernama " Kota Nan Empat".

Diakui Pinto bahwa berdialog dengan Walikota Riza Falepi yang bergelar Datuk Rajo ka Ampek Suku, sungguhlah mencerahkan.

"Ia sosok " smart" yang tampaknya-- dapat dibaca-- yang berkonsep pembangunan berkebudayaan. Atau, pembangunan berbasis budaya. Pembangunan yang berkesesuaian dengan kearifan lokal dalam filsafat adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah. Payakumbuh, kota bernarasi santun yang kaya literasi,"paparnya.

"Saya juga tak pernah menyangka, rupanya, Pak Walikota kita ini adalah 'penyair tersembunyi' di ruang sunyi dalam aksara beraroma sufi. Kepada saya, ia peragakan beberapa puisinya yang ia tulis dengan tangan. Saya mengumpulkan bahasa hati di atas lembaran kertas kertas itu. Saran saya, kumpulan puisi Pak Riza , bagusnya kita bukukan,"sebut Pinto, lagi.

"Riza di nan empat huruf itu , yakni R nan Ramah, I nan Integritas, Z nan (d)Zikir dan A nan Amiin ( jujur/terpercaya) .  Selalu ada saja literasi di kota yang santun ini,"pungkas Pinto.(rel)