PENYAIR PINTO JANIR BERIKAN KEJUTAN DI ULTAH IRWAN PRAYITNO

Iklan Semua Halaman


Header Menu

PENYAIR PINTO JANIR BERIKAN KEJUTAN DI ULTAH IRWAN PRAYITNO

Redaksi
Sabtu, 21 Desember 2019
Setelah membacakan Puisi "Sajak Buat Irwan Prayitno" , Pinto memberi lukisan karyanya sebagai kado untuk IP.

DAPINTO.COM---Raja Penyair Pinto Janir memberikan kejutan kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Sesungguhnya juga malam itu adalah malam “penuh” kejutan.

Irwan Prayitno, pemimpin yang bersahaja itu memang tak pernah menyangka hari lahirnya akan dirayakan oleh anak,menantu, cucu dan istri tercinta.

“ Tadi, istri saya ngajak makan malam di luar. Makanya saya pakai sendal dan baju kaos. E..nggak taunya dibawa ke sini”, kata Irwan dalam raut muka bahagia yang begitu masuk restoran Taman Palm Padang disambut lagu selamat ulang tahun.

Lagu itu bergema dalam suasana ‘khidmat’ dan sederhana. Banyak sahabat Irwan datang. Ada sejumlah OPD dan Pemred beberapa media di Sumbar.

Rupanya, syukuran di peringatan hari lahir itu dibentang tanpa sepengetahuan Irwan. Konon, skenario itu disusun oleh anak-anak dan istri Irwan, Nevi Zuairina.

Ultah 56 tahun Irwan Prayitno itu bertajuk “ Happy Birthday Ayah “. Ucapan selamat datang silih berganti.

Acara kian semarak dan meriah karena tanpa diduga-duga Irwan, di tengah acara mendadak datang seorang seniman yang dikenal sebagai penyair, wartawan, pencipta lagu  dan penyanyi . Ia Pinto Janir yang dikenal  sahabat Irwan Prayitno.

Soal kehadiran Pinto, Irwan juga tidak tahu, kecuali Nevi Zuairina.

Acara kian semarak ketika dengan spontan Pinto Janir berpuisi musik yang diiringi personil IP Band---tempat di mana mengumpulnya para musisi terkemuka Sumatera Barat. Kolaborasi Pinto dan IP band, semua tercipta secara spontan. Tanpa latihan. Puisi itu diiringi dalam melodi blues manis dari IP Band.

“ Pinto Janir itu pantas dan layak disebut raja penyair. Kalau seorang Pinto sudah berada di atas panggung, ia menjadi magnit. Ia selalu memesona dalam gayanya yang unik dan teaterikal. Kalau Bang Pinto di panggung, ia membius. Kita terpesona...Luar biasa”, kata Revdi St Rangkayo Mulie, pemred Harian Rakyat Sumbar yang juga dikenal sebagai sahabat IP.

“ Pinto Janir, luar biasa !” kata Heri Sugiarto, Pemred Harian Padang Ekspres yang diiyakan oleh beberapa wartawan senior yang hadir di acara itu.

Usai membeca puisi “ngeblues” yang menghentak itu, seniman unik ini  langsung menyerahkan kado berupa lukisan karya Pinto berjudul  “Ngarai Sianok”.

“ Sebagai seorang rakyat yang seniman saya hanya bisa memberi Pak Irwan dengan sepotong puisi dan sebuah lukisan yang sangat saya sayangi. Pak Irwan patut dan pantas kita apresiasi, karena beliau adalah pemimpin yang baik yang memberikan keteduhan, kedamaian pada nagari Minangkabau tacinto. Seorang IP adalah seorang pekarya untuk negeri. Ia telah banyak berbuat bagi pembangunan Sumatera Barat. Bagi saya, beliau adalah seorang inspirator di tengah nagari. Memberi lukisan dan berpuisi adalah salah satu cara saya untuk menyampaikan terimakasih kepada pemimpin”, ujar Pinto yang rupanya sangat hobi melukis. Kabarnya, karya lukisannya hampir sebanyak karya lagunya, sebanyak karya puisinya, sebanyak karya cerpennya dan sebanyak karya “esainya”.

“ Adinda Pinto Janir ko seniman hebat dan lua biasa.Kreatif dan banyak karya”, puji Irwan yang merupakan abang kelas Pinto di SMA 3 Padang.

Inilah Puisi Pinto Janir yang berjudul “ Sajak untuk Irwan Prayitno”

Pikiranmu  matahari
 Ia  suluh di tengah nagari

Hatimu  bulan. Ia cahaya di gelap malam.

Hidupmu akal . Ia kearifan di ruang kebijaksanaan tanpa luka dan air mata.

Aksaramu  payung. Ia nyanyian   keteduhan bukan api penyulut kegaduhan.

Kau telaga tanpa riak. Airmu dalam, tapi tak menenggelamkan. Airmu tenang. Kalaupun menghanyutkan, muaranya kebaikan.

Sepantunmu adalah telaga di atas bukit yang tak pernah kering melukiskan pikiran-pikiran kebajikan  di atas nagari.

Aku telah kabarkan pada alam takambang jadi guru bahwa keniscayaannya ' kau adalah seniman pikiran ' yang memimpin dengan akal dan budi bukan dengan caci maki.

Tanpa dendam tanpa benci adalah ruang hidupmu yang lapang dalam nyanyian saling kasih saling sayang nan bersusun notasi berlirik rindu rindu.

Pada kasih sayang, kau adalah tanda cinta untuk ranah Minang.

Selamat ulang tahun, uda Irwan Prayitno...

Semoga, uda dan keluarga... sehat selalu dalam nikmat usia yang penuh baroqah.



20 Desember 1963
20 Desember 2019