BUYUNG LAPAU NAN BAK JATUH DARI LANGIT HINGGA MEMBUMI DI HATI

Iklan Semua Halaman


Header Menu

BUYUNG LAPAU NAN BAK JATUH DARI LANGIT HINGGA MEMBUMI DI HATI

Redaksi
Senin, 23 Desember 2019



Luar biasa. Entah angin apa yang mengabarkan, nama Buyuang Lapau seakan berkibar-kibar di blantika bakal calon bupati Padangpariaman. Apakah ini sebuah sinyal atau tanda dari alam yang seakan jatuh dari langit hingga membumi?

Maka mulailah namanya mendengung ke mana-mana. Nyaris saja nama itu masuk ke pelosok-pelosok nagari. Kemudian bergema-gema.  Lalu seperti bertaman  di hati masyarakat Padangpariaman, alam politik seakan menyambutnya bak calon idaman .

Ia dengan senyum keramahannya dan ia dengan segala pikirannya serta ia dengan keunikan namanya, adalah ia yang benar-benar berkesungguhan ‘meniupkan’ keberkahan di alam takambang manjadi guru nan menjadi sesuatu yang elok  dalam panorama kehidupan Padangpariaman nan madani.

Siapa ia ?

Namanya Buyung Lapau. Lalu kita bertanya, itu nama resmi atau gala di tangah pasa? Itu nama yang tertera dalam ijazah atau hanya sekedar panggilan tak resmi di masa kecil saja?

Ya, ternyata itu adalah nama “resminya”. Buyung lapau nama asli yang tertera di ijazahnya.

Ini kali, mari kita berbincang-bincang dengan Haji Buyung Lapau. Selanjutnya, ayo kita singkat saja panggilannya dengan HBL.

HBL itu lahir di lapau. Rumahnya, rumah lapau; bukan rumah toko. Memang, sang ayah selain manggaleh di lapau, juga seorang petani. Pantas saja, HBL memiliki pemahaman  “pertanian” yang harmonis dengan kerifan lokal kita.

Kelahiran HBL tidak disambut oleh bidan, apalagi dokter. Ia lahir di lapaunya yang sekaligus berfungsi sebagai rumahnya  dan dibantu oleh dukun baranak.

Karena besar di lapau, wajar saja jika HBL santiang manggaleh. Wajar pula jika kepribadian HBL tumbuh dengan segala keramahan dan kesantunan.

“ Pasan ayah, awak harus santun dan hormat ka urang  nan labiah tuo dari awak  dan harus sayang ka urang nan labiah ketek dari awak. Satiok urang nan datang ka lapau harus wak sambuik dengan ramah. Pambali adolah rajo. Awak harus siap melayani urang banyak...baitu pasan ayah”, kata HBL yang “ber-awak-awak” ke badannya.

HBL besar di lapau, tapi kepribadiannya terbentuk di surau.

“ Lahia wak di lapau, lalok wak di surau”, kata HBL dengan senyum khasnya yang ramah itu.

HBL itu orangnya konsisten. Ia selalu istiqomah. Pantangannya, lain di mulut lain di hati.

 “ Yang dipegang dari manusia itu adalah kata. Adalah mulutnya. Apa yang terucap, itulah apa yang  ada di hati. Ayah mengajarkan pada awak, jan sampai beda di hati beda pula di mulut. Kalau tak akan mampu untuk menepati sesuatu, jangan berjanji. Janji adalah hutang yang akan kita pertanggungjawabkan di akhirat nanti. Hidup adalah pertanggungjawaban yang akan kita pertanggung-jawabkan di hadapan Allah SWT”, kata HBL yang ingin dan selalu berdoa kepada Tuhan yang Maha Kuasa supaya hidup dan kehidupannya dapat memberi manfaat dan bernilai guna di tiap ruang dan waktu.

“Hidup ideal adalah hidup yang rahmatan lil alamin !” ucap HBL sambil mengatakan ketika ia akan mengisi ijazah SD, sang guru pernah menyarankan supaya namanya yang “Buyung Lapau” itu diganti dengan nama yang lain.

“ Awak keberatan. Nama Buyung Lapau itu pemberian dari ayah awak. Awak maraso labiah nyaman dan maraso labiah akrab jo namo wak surang nan Buyung Lapau ko . Ndak mungkin awak maubah namo pambarian ayah. Awak bangga dan sanang jo namo awak ko...mokasih ayah “, kata HBL.

HBL kini salah satu pejabat di OPD Kota Pariaman. Banyak orang senang berkawan dengan HBL. Prinsip hidup HBL, jalinan silaturahim adalah seindah sulaman sutra berlukiskan hati yang lapang, pikiran yang jernih dalam teruka langkah untuk senantiasa membukakan dan memperlapang jalan kehidupan yang saling hormat, saling kasih dan saling seiya dan sekata untuk kebajikan bagi alam dan umat.

“ Yang paling saya cemaskan dalam kehidupan ini adalah kehilangan kawan !” kata HBL yang dikenal sebagai insan nan santiang bakawan.

“ Bila hidup berbasis kepentingan, suatu saat hidup kita akan terlempar di saat mana kita tak dipentingkan lagi. Kalau berkawan hanya berdasarkan kepentingan, suatu saat kita akan ditinggalkan kawan atau meninggalkan kawan kalau tak lagi memiliki kepentingan satu sama lain. Jangan hidup dan berkawan karena kepentingan. Tapi, hidup dan berkawanlah karena hati. Ada kepentingan dan tak ada kepentingan, mari kita saling mengunjungi kawan. Mari terus kita jaga, kita rawat, kita ikat tali silaturahim. Itulah yang membuat hidup bahagia, ketika susah dan senang, selalu ada kawan-kawan di samping kita”, katanya seraya mengutip pepatah klassik: “ satu lawan terlalu banyak, seribu kawan belumlah cukup!” 

Selain seorang birokrat, darah balapaunya nan turun dari sang ayah tak bisa ia lepaskan begitu saja. HBL juga sukses membuka rumah makan. Ia serahkan pengelolaan rumah makan itu pada adik kandungnya. Jadilah HBL seorang birokrat nan juga seorang pengusaha kuliner yang terhitung sukses.

Tak heran, HBL tumbuh menjadi sosok yang senantiasa “melayani”.

Apa modal HBL untuk maju menjadi seorang bakal calon Bupati Padangpariaman? Apakah ameh nan babungkahkah?

HBL diam? Kemudian, pelan-pelan ia tersenyum.

“Tak selamanya dengan ameh sagalo kameh. Ameh babungkah-babungkah, awak indak punyo. Nan awak punyo adolah hati dan pikiran nan babungkah-bungkah nan ka awak tawarkan untuk masyarakat Padangpariaman. Ameh babungkah justru akan membuat kita gelisah bila ia tak baroqah. Tapi pikiran dan hati yang berbungkah nan istiqomah dalam ridhoNya, ia akan menjadi suluh kehidupan bagi diri sendiri dan bagi orang banyak. Awak punyo pikiran.Awak punyo hati. Awak wakafkan hiduik awak untuk Padangpariaman nan berkah dan madani”, kata HBL.

HBL adalah fenomena di tengah riuhnya nama calon Bupati Padangpariaman. Promosi politiknya persis gaya lapau atau politik kedai nasi. Tak perlu banyak-banyak baliho. Kalau pengunjung merasa enak dan suka, ia sampaikan ke orang lain. Dari mulut ke mulut. Hingga kedai nasi itu menjadi ramai. Dari mulut ke mulut, nama HBL ramai jadi perbincangan orang di Padangpariaman.

Ya, tunggu 9 Pikiran Strategis HBL untuk Padangpariaman Berkah dan Madani.
Tunggu...!